Pendidikan Dalam Masa Pandemi Covid-19
Dwi Aisyah
Amani/Prodi Pendidikan Khusus 2021
Universitas
Negeri Jakarta
Assalammualaikum
Wr.Wb. Perkenalkan nama saya Dwi Aisyah Amani. Dari fakultas Ilmu Pendidikan.
Prodi Pendidikan Khusus. Angkatan 2021, Universitas Negeri Jakarta. Saya akan
membagikan suatu artikel dengan topik “Sistem Pembelajaran Pada Masa Pandemi
Covid-19.”
Pada 31
Desember 2019 sebuah kasus muncul di Wuhan, China. Kasus tersebut
dilatarbelakangi oleh atau dikenal
dengan Covid-19. Ciri dari infeksi ini adalah penyebarannya yang cepat.
Berdasarkan informasi WHO, diketahui bahwa COVID-19 telah menjadi pandemi di seluruh
dunia dengan kasus positif 4 juta lebih yang dikonfirmasi di 216 negara di
seluruh dunia. Infeksi Corona juga telah mewabah di Indonesia hingga saat ini
18 September 2021. Dampak pandemi COVID-19 telah mengubah berbagai sisi
kehidupan manusia. Gejolak ini dapat memiliki penyelesaian alternatif di setiap
negara bergantung kebijakan yang diterapkan dan ketanggapan pemerintah guna
meminimalisir penyebarannya. Berbagai pendekatan telah dilakukan oleh
pemerintah Indonesia untuk mengurangi tingkat penyebaran Covid yaitu sosial distancing,
physical distancing, hingga pemberlakuan
PSBB (Pembatasan Social Berskala Besar) di beberapa daerah.
Pendekatan
yang diberikan untuk membatasi penyebaran COVID-19 mempengaruhi berbagai bidang
di seluruh dunia, khususnya pendidikan di Indonesia. Pembelajaran jarak jauh
merupakan jawaban atas tantangan kekalahan dalam menyelesaikan pembelajaran
tatap muka. Dalam pembelajaran online, Guru dan pendidik sebagai komponen
penting dalam mendidik diperlukan untuk membuat gerakan besar yang luar biasa
dari pembelajaran tatap muka (offline) ke sekolah online atau pembelajaran jarak
jauh. Pemanfaatan inovasi dapat diakses untuk membantu sistem pembelajaran. Pembelajaran
online dapat memanfaatkan platform berupa aplikasi, website, jejaring social maupun
learning management system. Contoh platform yang digunakan sebagai sistem pembelajaran
online di Universitas Negeri Jakarta seperti Zoom Meeting, Google Meet, Online Learning UNJ, Google Classroom, dan Whatsapp.
Fitur Whatsapp mencakup Whatsapp Group yang dapat digunakan untuk mengirim pesan teks, gambar, video dan file
dalam berbagai format kepada semua anggota. Berbagai platform tersebut dapat
dimanfaatkan untuk mendukung transfer pengetahuan yang didukung berbagai teknik
diskusi dan lainnya.
Kebijakan
baru juga terjadi pada dunia pendidikan merubah pembelajaran yang harus datang
ke kelas atau suatu gedung, dalam hal ini kampus, menjadi cukup di rumah saja.
Anjuran pemerintah untuk stay at home dan physical and social distancing harus
diikuti dengan perubahan modus belajar tatap muka menjadi online. Pembelajaran online
menuntut peran guru untuk menilai kelayakan dan menyesuaikan dengan kebutuhan
belajar. Hal ini penting untuk tetap memenuhi aspek pembelajaran. Perhatikan
bahwa korespondensi antara orang tua dan pendidik untuk mewujudkan kemandirian dalam
belajar peserta didik dalam masa pandemi. Berbagai keuntungan yang didapat
tentunya memiliki hambatan yang dirasakan oleh guru dan siswa dalam
pembelajaran internet. Kendala yang dihadapi adalah kondisi wilayah yang
berbeda di Indonesia, membuat tidak semua daerah dapat dijangkau oleh provider
internet dan terkadang keterlambatan pengiriman jaringan web. Kendala lain yang
ditemukan adalah kemampuan orangtua untuk
memberikan fasilitas pendidikan
online seperti penggunaan jaringan internet yang membutuhkan biaya. Isu-isu ini
jelas harus dinilai untuk memperoleh pembelajaran yang lebih baik. Kuncinya
adalah mengarahkan internet untuk memahami seperti yang ditunjukkan oleh
kondisi setempat. Yang utama adalah membuat kemandirian dan keterampilan penguasaan
pembelajaran siswa di tengah pandemi COVID-19.
Saya rasa
cukup sekian dalam pembahasan artikel kali ini, kurang lebihnya mohon maaf. Wassalammualaikum
Wr.Wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar